Kamis, 13 Oktober 2011

SEJARAH KURIKULUM NASIONAL INDONESIA


SEJARAH PERKEMBANGAN KURIKULUM NASIONAL
NEGARA REPUBLIK INDONESIA

A.    Konsep Dasar Kurikulum
Beragam persepsi mengenai pengertian kurikulum yang tidak lepas dari adanya sudut pandang yang berbeda menimbulkan pula keberagaman dalam mengimplementasikan kurikulum itu sendiri. Secara etimologis kurikulum berasal dari kata Currere (=latin), yang bermakna berlari cepat, maju dengan cepat, menjelajahi, merambat, mengelilingi lapangan, gelanggang perlombaan dan sejenisnya. Pada mulanya kata ini lazim digunakan pada bidang atletik, namun dalam perkembangan selanjutnya diadopsi sebagai perbendaharaan umum di dunia pendidikan. Menurut Zain (1976) dalam Efendi (2009:6) “kata Currere pada perkembangan berikutnya dalam dunia pendidikan menjadi curriculum atau racecourse yang berarti tempat atau arena bagi peserta didik berlari atau berlomba untuk mencapai sesuatu, merekam semua beban/materi yang berakhir dengan tujuan (ijazah/gelar)”. Selanjutnya menurut Gagne (1967) dalam Efendi (2009:7) menyatakan “kurikulum sebagai suatu rangkaian unit bahan yang disusun sedemikian rupa sehingga setiap unit dipelajari secara utuh, dengan syarat kecakapan dan kemampuan yang erdapat dalam tujuan unit sebelumnya harus dikuasai oleh anak terlebih dahulu”.

B.     Sejarah Perkembangan Kurikulum
Sejarah perkembangan kurikulum sesuai dengan dinamis evolusioner telah berkembang seiring berputarnya waktu dan bergulirnya rentang kehidupan umat manusia di muka bumi. Berikut dipaparkan secara singkat gambaran perkembangan kurikulum secera universal. 
1.        Perkembangan kurikulum di Eropa Abad lampau
a.    Zaman Kuno
Pada masa ini kondisi masyarakat masih primitif dan keberadaan sekolah formal pada zaman ini bisa dikatakan memang belum ada. Kalaupun ada kurikulumnya tidak tertulis seperti pada zaman modern.
b.    Zaman Yunani
Pada zaman ini, untuk pertama kalinya orang mengenal pendidikan secara sistematis. Tidak berlebihan jika kita mengatakan bahwa bangsa Yunani adalah bangsa pelopor yang mula-mula memiliki tingkat kebudayaan yang tinggi dan telah tersebar luas hamper di seluruh dunia, khususnya Eropa. Sedangkan kurikulum dan pendidikan yang dikembangkan pada saat itu menurut Soemantri (1988) dalam Efendi (2009:9) dipilah menjadi:
(1)      Rhetorica School
Sekolah yang menitikberatkan pada pendidikan keahlian berbicara/berpidato dan berdebat
(2)      Philosopical School
Sekolah yang menitikberatkan pada pendidikan intelektual serta bidang filsafat (kecerdasan)
c.    Zaman Romawi
Bangsa Romawi mengembangkan kurikulum yang telah dijalankan oleh bangsa  Yunani. Kurikulum bangsa Romawi mulai mencantumkan bahasa asing. Salah seorang tokoh pendidikan yang bernama Quintilianus, menyarankan sebagai berikut:
(1)      Kurikulum itu sebaiknya berintikan bahasa
(2)      Dianjurkan adanya korelasi antar sejarah, biografi, religi dengan pelajaran-pelajaran kuno
(3)      Pendidikan hendaknya direncanakan sesuai dengan individu
2.      Kurikulum abad pertengahan dan pendidikan modern
a.         Abad pertengahan
Abad pertengahan merupakan abad di mana telah terjadi asimilasi kebudayaan. Kekuasaan pada waktu itu berpusat pada gereja sehingga pendidikan juga bagian dari kekuasaan kaum gereja namun bahan telah diambil dari bangsa Yunani dan Romawi. Capella mengatakan bahwa pendidikan diliputi oleh tujuh pengetahuan budaya (The Seven Liberal Arts) yang dikategorikan dalam dua aspek, yakni.
(1)      Trivium
§     Grammar
§     Rhetorica dan logica
§     Dialectica
(2)      Quadrivium
§  Geometri
§  Arithmetica
§  Music
§  Astronomi
Dominasi gereja sendiri sebenarnya juga mengatur mengenai kurikulumnya antara lain:
(1)   Kurikulum yang bermaksud membentuk pemimpin-pemimpin dalam gereja
(2)   Kurikulum untuk membentuk para kader serta pelajaran dari gereja sebagai pengabdian dan pelayanan dari gereja
b.    Pendidikan Modern
Bisa dikatakan merupakan pendidikan progresif karena pada masa ini diawali berdirinya sekolah “Pleasant House” yang dipelopori oleh tokoh pendidikan Vitrino de Veltre (1378 – 1448). Yang dimaksud dengan sekolah progresif adalah sekolah yang tercatat mengadakan hubungan antara sekolah menengah dengan Perguruan Tinggi artinya sekolah ini telah memikirkan anak didiknya yang akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Bahkan sekolah ini yang pertama kali berani mengkritisi kurikulum yang dibuat gereja.
Kemudian Inggris menyusul dengan mendirikan Sekolah Istana yang menitikberatkan pada:
(1)   Mementingkan pembentukan kelakuan baik (moral manners)
(2)   Mengajarkan bahasa Latin dan Yunani
(3)   Mencantumkan pendidikan Olah Raga serta permainan

C.    Sejarah Perkembangan Kurikulum di Indonesia
Dalam perjalanan sejarah perkembangan kurikulum di Indonesia kami batasi sejak dikumandangkan Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 hingga saat ini, dengan demikian Kurikulum yang dibuat adalah Kurikulum Nasional. Adapun Kurikulum Pendidikan Nasional telah mengalami 8 kali perubahan, yakni pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004 hingga 2006. Perubahan tersebut bisa dikatakan sebagai konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam hidup dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu, kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama, yaitu Pancasila dan UUD 1945, perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya. Adapun untuk lebih jelas kami paparkan dalam sajian table berikut di bawah ini.

D.    Kesimpulan
  1. Kurikulum Pendidikan Nasional Indonesia telah berkembang seiring dengan dinamika politik Negara Indonesia, pertumbuhan sosio buadaya masyarakat Indonesia dan perkembangan Ilmu pengetahuan dan Teknologi
  2. Kurikulum Pendidikan Nasional Indonesia telah mengalami perubahan menurut periodisasinya seiring dengan kepemimpinan nasional Indonesia yakni:
o  1945 – 1959    : Masa Kemerdekaan (Kurikulum 1947, Kurikulum 1952)
o  1959 – 1968    : Orde Lama (Kurikulum 1968)
o  1968 – 1994    : Orde Baru (Kurikulum 1975, Kurikulum 1984, Kurikulum 1994)
o  1994 – 2006    : Orde reformasi (Suplemen Kurikulum 1999, Kurikulum 2004, KTSP 2006
  1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang tengah berlangsung bisa dikatakan kurikulum yang progresif revolusioner bagi dunia pendiidikan Indonesia dengan segala perubahan yang prinsip terutama bahwa kurikulum benar-benar telah berorientasi pada siswa artinya bahwa siswa sebagai peserta didik harus terlayani dalam menerima pendidikan dalam proses belajar, berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologisnya








DAFTAR RUJUKAN

Efendi, Mohammad.2009. Kurikulum dan Pembelajaran: Pengantar ke Arah Pemahaman KBK, KTSP, dan SBI. Malang. Fakultas Ilmu Pendidikan Universita Negeri Malang.
Hamalik, Oemar.2006. Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung: Remaja Rosda Karya Offset
Hasibuan, Y.Y. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum (Studi Analisa Kurikulum SD 1968 – 1975. Surabaya. Usaha Nasional.
Idi, Abdullah.2007. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik. Jogjakarta. Ar Ruzz Media
Nurhadi. 2004. Kurikulum 2004 (Pertanyaan dan Jawaban). Jakarta. PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Rusma, Rosita Oktaviani. 2009. Sejarah Kurikulum Indonesia. http://rositaoktavianirusma. blogdetik.com/2009/11/07/sejarah-kurikulum-indonesia/. diunduh Rabu, 21 September 2011
Sahrudin, Iriani, Sri. Sejarah Kurikulum di Indonesia. http://s1pgsd.blogspot.com/2011/04/ sejarah-kurikulum-di-indonesia.html. diunduh Rabu, 21 September 2011
Soekisno , R. Bambang A.2007.  Bagaimanakah Perjalanan Kurikulum Nasional (pada Pendidikan Dasar dan Menengah)?.http://rbaryans.wordpress.com/ 2007/05/16/bagaimanakah-perjalanan-kurikulum-nasional-pada-pendidikan-dasar-dan-menengah/. diunduh Rabu, 21 September 2011


TABEL PERBANDINGAN
SEJARAH PERKEMBANGAN KURIKULUM NASIONAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA
NO
KURIKULUM
DASAR HUKUM
SISTEM
TUJUAN
PENDEKATAN
SISTEMATIKA
PENILAIAN
1
Rencana Pelajaran 1947 (leer plan)
-    Pancasila
-    UUD 1945
Bentuknya memuat dua hal pokok:
1.    Daftar mata pelajaran
2.    Jam pengajarannya, plus garis-garis besar pengajaran
-    Menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia yang merdeka dan berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini (development conformism)
-    Mengutamakan pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat
-  Berorientasi politis
-  Transisional (colonial ke nasional)

Tidak dijelaskan secara rinci karena implementasinya dilaksanakan pada 1950
Ujian Negara
2
Rencana Pelajaran Terurai 1952
(Penyempurnaan K. 1947)
-    Pancasila
-    UUDS 1950
-    UU No. 4 Tahun 1950 tentang Pendidikan dan Pengajaran
Setiap Rencana Pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.
Membentuk manusia susila yang cakap dan WN yang demokratis serta bertanggungjawab tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah air
-          Kurikulum tradisonal/
Separated Subject Kurikulum
Silabus mata pelajaran
Rencana Pengajaran Terurai untuk SR III dan IV
Ujian Negara
3
Rentjana Pendidikan 1964 (Penyempurnaan K. 1952)
-    Pancasila
-    UUD 1945
Pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana:
1.    Pengembangan moral,
2.    Kecerdasan,
3.    Emosional/artistik,
4.    Keprigelan,
5.    Jasmani.
Dan Krida
-    Membentuk manusia Indonesia Pancasila dan Manipol/USDEK yang bertanggungjawab atas terselenggaranya masyarakat adil dan makmur, material dan spiritual
-    Mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD


Pendekatan Pengetahuan dan Kegiatan fungsional praktis
Petunjuk anak didik aktif yang terbimbing
Ujian Negara
4
Kurikulum 1968 (Pembaharuan K. 1964)
-    Pancasila
-    UUD 1945
-    Tap MPRS No. XXVII/MRS/1966 tentang

Pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus
a.    Kurikulum SD
b.    Kurikulum Pembangunan
-    Membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama.
-    Mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat
-    Mempersiapkan anak menjadi warga Negara yang baik
-    Pendekatan berbasis pada mata pelajaran (Subject based development)
Mikroskopis institusional:
a.Tujuan
b.Materi/Bahan
c. Didaktik Metodik
d.Kegiatan
- Bersifat umum
- Kurang spesifik
- Masih bersifat spekulatif

Ujian Negara
5
Kurikulum 1975 (Pengganti K. 1968)
-    Pancasila
-    UUD 1945
-    Tap MPR No. IV/MPR/1973 tentang GBHN
Sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik, dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa.
-  Tujuan Pendidikan Umum, Tujuan Institusional, TIU, TIK
1.  Berorientasi pada tujuan
2.  Integrative
3.  Efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu.
4.  Pendekatan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI)
Satuan pelajaran:
TIK
TIU
Mapel
Alat pelajaran
KBM
Evaluasi
-    Formatif
-    Sumatif
-    THB
-    EBTA
6
Kurikulum 1984
(Refleksi K. 1975 atau Kurikulum 1975 yang disempurnakan)
-    Pancasila
-    UUD 1945
-    Tap MPR No. II/MPR/1983 tentang GBHN



Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Learning (SAL)
Menempatkan siswa sebagai subjek belajar yang memiliki potensi yang perlu dioptimalkan melalui aktivitas yang dilakukan
-    Pendekatan berbasis pada materi (Content based curicullum)
-    Pendekatan Ketrampilan Proses (PKP)

Satuan pelajaran:
TIK
TIU
Mapel
Alat pelajaran
KBM
Evaluasi
-    Formatif
-    Sumatif
-    THB
-    EBTANAS
7
Kurikulum 1994
(Substitusi K. 1984
 atau menggabungkan kurikulum 1975 dengan kurikulum 1984)






Suplemen Kurikulum 1999
-    Pancasila
-    UUD 1945
-    Tap MPR No. II/MPR/1993 tentang GBHN
-    UU No. 2 Tahun 1989 tentang SPN
-    PP No. 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar
-    PP No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar
-    Perubahan Sistem pembagian waktu pelajaran, yaitu dengan mengubah dari sistem semester ke sistem caturwulan.
-    Sistem program Wajar 9 tahun
-    Memuat kurikulum Lokal
-    Dikdas: memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga Negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan menengah
-    Dikmen: Meningkatkan pengetahuan siswa  untuk melancarkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dan untuk mengembangkan diri sejalan perkembangan iptek dan kesenian
Pendekatan berbasis pada pencapaian tujuan (Objective based curicullum)









-  Penambalan pada sejumlah materi  kurikulum 1994
-  Relevansi Materi

Satuan pelajaran:
TIK
TIU
Mapel
Alat pelajaran
KBM
Evaluasi
-    Memperoleh Keterangan mengenai  PBM
-    Bertahap
-    Berkesinambungan
-    Terbuka

EBTANAS
8
Kurikulum 2004 (KBK)
-  Pancasila
-  UUD 1945 (Amandemen)
-  Tap MPR No. IV/MPR/1999 tentang GBHN
-  UU N0. 20 Tahun 2003 Sisdiknas
Kesatuan dalam kebijakan dan keberagaman dalam pelaksanaan
Mengembangkan pengetahuan, pemahaman, kemampuan, nilai, sikap, dan minat peserta didik agar dapat melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran, ketepatan, dan keberhasilan dengan penuh tanggungjawab
-      Sentralistik ke Desentralistik
-      Berpusat pada siswa
RPP
-       SK/KD
-       Indikator
-       Tujuan Pembelajaran
-       Materi Pembelajaran
-       Kegiatan pembelajaran (Awal – Inti – Akhir)
-       Sumber/Alat
-       Evaluasi

Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar.

Penilaian Berbasis Kelas:
-   Kumpulan kerja siwa (Portofolio)
-   Hasil Karya (Product)
-   Penugasan (Project)
-   Unjuk kerja (Performance)
-   Tes tertulis (Paper and pencil test)

Ujian Nasional
9
KTSP 2006
-  Pancasila
-  UUD 1945 (Amandemen)
-  UU N0. 20 Tahun 2003 Sisdiknas
-  PP No. 19 tahun 2005 tentang SNP
-  Permendiknas No. 22 tahun 2006
-  Kepmendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar isi
-  Kepmendiknas No. 23 tahun 2006 tentang SKL
Meliputi 5 kelompok mata pelajaran:
1.    Kel. Mapel. Agama dan akhlak Mulia
2.    Kel. Mapel. Kn
3.    Kel. Mapel. Iptek
4.    Kel. Mapel. Estetika
5.    Kel. Mapel. Penjasorkes
- Dikdas: meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lannjut
- Dikmen: meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lannjut
- Dikjur: meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lannjut sesuai kejuruannya
-      Berpusat pada siswa
-      Konstruktivistik
RPP
-       SK/KD
-       Indikator
-       Tujuan Pembelajaran
-       Materi Pembelajaran
-       Kegiatan pembelajaran (Awal – Inti – Penutup)
-       Sumber/Alat
-       Evaluasi

-    Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar.
-    Penilaian Berbasis Kelas
-    Self Assesment
-    Ujian Nasional



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar