Minggu, 05 November 2017

ULANGAN HARIAN 3 - 4 dan 5

ULANGAN HARIAN INI UNTUK PESERTA DIDIK KELAS XI TKJ 1 DAN XI TKJ 2 
YANG SEDANG MELAKSANAKAN PRAKERIN TAHUN PELAJARAN 2017 - 2018.


A. ULANGAN HARIAN 3 (SISTEM HUKUM DAN PERADILAN DI INDONESIA)
NO
SOAL
PETUNJUK
1
Anda diminta untuk menggambar denah posisi pelaksanaan/ proses pengadilan di pengadilan negeri (Diposting 6 Nopember 2017)
-  Berlaku untuk peserta didik yang memiliki No. Absen Ganjil
-  Tulis Nama Lengkap, No. Absen dan Kelas
-  Dikumpulkan Tanggal 20 Nopember 2017
-  Penilaian:
a.      95 = Bila jawaban benar dan tepat (Tepat waktu pada tanggal tersebut di atas)
b.      85 = Bila jawaban benar dan tidak tepat (Tepat waktu pada tanggal tersebut di atas)
c.      75 = Bila jawaban benar dan tepat (Tidak tepat waktu pada tanggal tersebut di atas)
d.      65 = Bila jawaban benar dan tidak tepat (Tidak tepat waktu pada tanggal tersebut di atas)
-   Jawaban bisa melalui email: ambixesawe1971@gmail.com atau WA 082260061971
2
Anda diminta untuk menggambar bagan sistem peradilan di Negara RI (Diposting 6 Nopember 2017)
-  Berlaku untuk peserta didik yang memiliki No. Absen Genap
-  Dikumpulkan Tanggal 20 Nopember 2017
-  Penilaian:
e.      95 = Bila jawaban benar dan tepat (Tepat waktu pada tanggal tersebut di atas)
f.       85 = Bila jawaban benar dan tidak tepat (Tepat waktu pada tanggal tersebut di atas)
g.      75 = Bila jawaban benar dan tepat (Tidak tepat waktu pada tanggal tersebut di atas)
h.      65 = Bila jawaban benar dan tidak tepat (Tidak tepat waktu pada tanggal tersebut di atas)
-   Jawaban bisa melalui email: ambixesawe1971@gmail.com atau WA 082260061971

B. ULANGAN HARIAN 4 
(DINAMIKA PERAN INDONESIA DALAM PERDAMAIAN DUNIA)

INSIDEN PENOLAKAN JENDERAL GATOT 
OLEH AS DAN JALAN MEMULIHKAN CURIGA


"KAMI Tidak Takut Amerika, Bravo TNI!", begitu bunyi spanduk yang terpampang di sekitar Stasiun Gambir, hanya beberapa ratus meter dari Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Markas Besar Kostrad. Protes itu terkait dengan penolakan kunjungan Panglima TNI JenderalGatot Nurmantyo ke Washington DC Amerika Serikat pada Sabtu 21 Oktober 2017. Alasan penolakan itu sampai saat ini tidak jelas. Kedutaan Besar AS melalui wakil duta besar telah menyampaikan permohonan maaf dan menyesalkan peristiwa tersebut.

Mereka juga berjanji akan memfasilitasi dan menerima dengan hangat kunjungan Panglima TNI. Namun, alasan dan latar belakang penolakan itu tidak disinggung oleh Kedubes AS. Sebagaimana informasi yang beredar, penolakan dikeluarkan oleh Custom dan Border Protection Agency AS, sebuah badan di AS yang punya otoritas untuk mengizinkan atau bahkan melarang seseorang datang ke AS. Tugas pokok badan itu adalah melindungi warga AS dari berbagai ancaman, baik manusia atau barang-barang berbahaya seperti persenjataan.

Namun parahnya, penyampaian atas penolakan kunjungan itu dilakukan melalui staf maskapai penerbangan Emirates kepada Jenderal Gatot pada saat ia dan rombongan sudah siap berangkat di Bandara Soekarno Hatta. Entah mimpi apa Jenderal Gatot, karena tidak ada yang bermasalah terkait dengan administrasi kunjungan Jenderal Gatot, karena ia sudah memegang visa kunjungan dan mendapatkan surat undangan resmi dari Kepala Staf Gabungan Bersenjata AS. Maka, sungguh pantas jika kita pun ikut geram dan jengkel, karena seorang pejabat negara yang sedang menjalankan tugas resmi dari Presiden RI mendapat perlakuan yang semena-mena.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa ia telah bisa menerima permohonan maaf dan penyesalan yang disampaikan Kedubes AS. Namun, tegas Retno, itu belum cukup, karena pemerintah memerlukan penjelasan resmi alasan perlakuan yang dialami Jenderal Gatot. Seharusnya, Jenderal Gatot akan menghadiri Konferensi Para Kepala/Panglima Militer/Pertahanan tentang Kounter Terorisme Ekstrim di Washington DC pada 23-24 Oktober 2017. Kehadirannya amat ditunggu oleh pengundang, yaitu Kepala Staf Gabungan bersenjata AS Jenderal Joseph E Dunford.

Pertemuan tersebut sangat strategis bagi kedua negara yang berkomitmen bekerjasama memerangi terorisme yang telah menjadi ancaman global. Dengan adanya pertemuan itu, Indonesia akan berbagi pendekatan dan pengalaman dalam menghadapi terorisme. Kerjasama itu di antaranya antara latihan gabungan antara Pasukan Marinir kedua negara di Pulau Jawa pada September 2017. Demikian juga kerjasama dalam memerangi berbagai bentuk ancaman terorisme.
Di tengah hangatnya kerjasama kedua negara itu, sungguh pantas jika insiden yang dialami oleh Jenderal Gatot menjadi "kerikil tajam" bagi hubungan bilateral dan diplomatik kedua negara.
Kita masih menunggu investigasi mendalam atas insiden yang berdampak bagi hubungan kedua negara ini, yaitu penjelasan yang terbuka dan transparan atas apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana langkah pemulihannya.

Apa yang sebenarnya terjadi, apakah murni persoalan administrasi, koordinasi, sistem, ataukah alasan lain?
Namun yang pasti, langkah yang diambil oleh Pemerintah AS haruslah cepat agar masalah ini menjadi clear sehingga martabat Panglima TNI, institusi TNI, dan Pemerintah RI, terpulihkan dan dihormati, serta segala kecurigaan bisa dibuang jauh-jauh. Sebagai negara yang berdaulat penuh dan dilindungi oleh hukum internasional yang mengatur tata hubungan dan pergaulan global, Pemerintah RI harus mampu menjaga harkat dan martabatnya. Menjelaskan alasan penolakan AS secara gamblang, justru akan membantu Indonesia untuk memahami posisi AS dan pada akhirnya bisa memakluminya. Mengubur dalam-dalam terkait alasan AS, justru menyumbat kran informasi yang bisa berpotensi memelihara benih-benih saling curiga dan rasa benci. Tak ada jalan lain kecuali transparan saja.


Anda diminta untuk memberikan pejelasan berkaitan dengan konteks berita di atas:
1.     Apa yang anda ketahui terhadap peristiwa tersebut di atas bila dikaitkan dengan konsep hubungan antar bangsa?
2.     Apa yang menjadi faktor penyebab terjadi peristiwa tersebut di atas?
3.     Bagaimana upaya penyelesaian yang dilakukan oleh kedua belah pihak?

Petunjuk:
a. Tulis Nama Lengkap, No. Absen dan Kelas
b. Jawaban dikumpulkan tanggal 2 Desember 2017
c. Jawaban bisa melalui email ambixesawe1971@gmail.com 
d. Penilaian:
    90 = Bila tepat waktu mengumpulkan
    75 = Bila  mengumpulkan melebihi batas yang ditetapkan (1 minggu dari batas pengumpulan)
    60 = Bila  mengumpulkan melebihi batas yang ditetapkan (2 minggu dari batas pengumpulan)

C. ULANGAN HARIAN 5 (MEWASPADAI ANCAMAN TERHADAP NKRI)

Ancaman terhadap NKRI bisa datang dari dalam negeri maupun luar negeri. Untuk dewasa ini, bentuk ancaman yang telah menjadi Trending Topic di tanah air adalah BAHAYA TERORISME - PAHAM RADIKALISME & BAHAYA NARKOBA. 
Anda sebagai Warga Negara Indonesia yang hidup dan berpijak di tanah air ibu pertiwi ini dengan status yang melekat sebagai Peserta Didik SMK Negeri 3 Malang. 

Anda diminta untuk memberikan penjelasan singkat dan relevan berkaitan dengan pernyataan singkat di atas:
1. Ancaman manakah yang lebih berbahaya dengan kapasitas sebagai Peserta Didik?
2. Bagaimanakah upaya yang anda tempuh untuk menghancurkan ancaman tersebut?  

Petunjuk:
a. Tulis Nama Lengkap, No. Absen dan Kelas
b. Jawaban dikumpulkan tanggal 9 Desember 2017
c. Jawaban bisa melalui email ambixesawe1971@gmail.com 
d. Penilaian:
    90 = Bila tepat waktu mengumpulkan
    75 = Bila  mengumpulkan melebihi batas yang ditetapkan (1 minggu dari batas pengumpulan)
    60 = Bila  mengumpulkan melebihi batas yang ditetapkan (2 minggu dari batas pengumpulan)


Selamat Mengerjakan 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar